Training For Internal Trainer

jobline-blog (3)
0

Training For Internal Trainer

Suatu organisasi yang menyadari pentingnya peningkatan kompetensi karyawannya pada umumnya memberikan kesempatan kepada semua karyawan, bukan saja dari bagian HRD, namun juga dari bagian-bagian lain, selain melaksanakan main-job, juga untuk menjadi seorang internal trainer, yakni memberikan training untuk bawahannya sendiri maupun karyawan dari bagian lain. Kemampuan memberikan training, bagi seseorang karyawan merupakan nilai tambah yang menunjang karir dan kesempatannya untuk memberikan kontribusi yang lebih optimal pada perusahaan. Seseorang karyawan mungkin kompeten dalam suatu bidang, dan dengan demikian idealnya dapat diharapkan bisa menularkan kompetensinya tersebut dengan mengajarkannya kepada karyawan lain. Namun, mengajar dengan efektif ternyata belum tentu merupakan hal yang mudah bagi setiap orang. Agar lebih efektif, selain mengandalkan common-sense, diperlukan knowledge dan skill yang memadai mengenai cara mengajar.

Selanjutnya, seiring dengan jam terbang praktek mengajar dan menghadapi setiap tantangan dalam berbagai bentuknya, seseorang akan lebih dapat diharapkan mengembangkan kompetensinya sebagai trainer.

Training For Internal Trainer (TFIT) adalah pelatihan yang dimaksudkan untuk membekali dasar-dasar pengembangan kompetensi sebagai trainer, untuk siapapun yang salah satu tugasnya, baik sebagai main job maupun additional job-nya, adalah memberikan training (instructing). TFIT dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas instructing. Peserta akan diajak memahami rahasia bagaimana proses belajar yang efektif terjadi pada peserta pelatihan, memahami gaya diri sebagai trainer, mengidentifikasi tipe-tipe gaya belajar peserta, pemanfaatan kaidah-kaidah “how our brain works”, penerapan experimental learning dan hal-hal lain yang harus diperhatikan oleh seorang trainer.

Untuk Siapa TFIT

Peserta pelatihan ini adalah karyawan Perusahaan yang diharapkan dapat memberikan pelatihan internal. Untuk efektifitas pelatihan, jumlah peserta maksimal 20 orang, dengan tingkat pendidikan/ wawasan umum relatif setara.

Metode

Dalam TFIT ini penyampaian materi-materi diberikan secara andragogis. Penekanan bukan pada kegiatan mengajar, namun pada aktivitas belajar. Mitra belajar bukan bertindak sebagai layaknya seorang guru yang menggurui, namun sebagai pendamping, yang memandu, menuntun peserta menemukan sendiri kesimpulan belajarnya dengan menekankan peran sebagai fasilitator, informator, dan motivator. Selain itu peserta akan menjalani proses belajar yang mengalir, bukan hanya learning dan inspiring, namun sekaligus entertaining, dengan demikian berkesempatan melihat dan mengalami sendiri tentang bagaimana suatu proses perubahan peningkatan kompetensi terjadi melalui training.

Materi

  • Konsep diri trainer dan penguasaan diri
  • Merancang target training dan sillabus
  • Menyusun materi pelatihan
  • Teknik presentasi efektif
  • Mengenal metode experiental learning
  • Penggunaan metode dan media pelatihan

Leave us a comment